February 2012
35 posts
When you’re being underestimated, you know it’s a showtime. When...
– whyComplicateLife?
sayzlim.net: Your Paper and Pencil, Clear for... →
sayzlim:
I’m not a big fan of to-do apps in general. Creating to-do apps can serve as a good project for new developers. It’s not surprising that the app market is flooded with to-do apps. The problem with those to-do apps are their target audience. Unlike OmniFocus that is primarily designed for long…
7 Deadly Sins & Things You (Probably) Didn't Know... →
If I am supposed to give a short talk (about 15 minutes) what would you suggest me to talk about?
Genuine creative people don’t give a shit about plagiarism, they focused...
It’s true, we can’t please everybody. But we can always try to be...
Sedekat apapun pasti ada jarak.
about:blank: 20th Century Boys Review →
perfectsunday:
‘That’s one small step for man, one giant leap for mankind.’
Waktu kecil, pernah nggak berandai-andai, gimana ya kalo kita jadi superhero? Atau, gimana kalo kita punya kekuatan super? Atau apapun deh. Dulu waktu kecil, saya sih sering banget. Nah, kira-kira apa yang terjadi kalau…
3 tags
Cognitive Bloom
• Remember
• Understand
• Apply
• Analyze
• Evaluate
• Create
When something can be read without effort, great effort has gone into its...
– Enrique Jardiel Poncela
Kalau suatu hari nanti saya ngejailbreak, mungkin untuk kustomisasi tampilannya.
– mungkin
2 tags
Design for Government
Seperti biasa, saya belum ngecek tentang ini sebelum nulis. Hahaha, kebiasaan.
But I do some Google research (cuma ngetik keyword aja sih :p) tentang ‘Design for Government’. Dan kesimpulannya: desain untuk pemerintahan, sucks. Well, ngga semua, tapi sedikit sekali hal-hal yang berhubungan sama pemerintahan yang well designed. Ya kan?
Pernah mampir ke situs Indonesia? Belum? Saya...
Sherlock Holmes (series) x The Prestige (2006) =...
1 tag
6 tags
1 tag
1 tag
1 tag
1 tag
2 tags
Interview with Odacchi →
e1n:
Interview/chat between Eiichiro Oda (One Piece) and Takuya Kimura (SMAP)
This is a must-read because Oda said a lot of wise words, stuff artists should keep in their hearts as they create artistic contents. During the interview, Oda gave Kimura a gift art, which my friend found floating on the internet.
Enjoy this Odagasm.
scuttlebuttink:
“Oda: But what you said is right on...
1 tag
Si Tua Bob
"Kau? Benarkah itu Kau?"
"Ya, ini Aku."
"Tapi, Kau?"
"Aku tahu, pasti banyak yang ingin kau tanyakan nak. Tapi saat ini Akulah yang akan bertanya."
"Hahaha! Aku tak percaya! Apa yang membawaMu kemari?"
"Santai sedikit. Boleh Aku duduk?"
"Tentu! Tentu! Hahaha maafkan aku. Apa Kau minum kopi?"
"Ya, tanpa gula. Terimakasih sebelumnya."
"Jadi? Apa waktuku sudah habis? Tidak biasanya Kau yang turun tangan."
"Tidak. Bukan itu. Ini tentang pekerjaanmu."
"Hoo. Membuat obat? Kenapa Kau begitu tertarik?"
"MaksudKu yang satu lagi nak. Kau pasti tahu kalau Aku sudah tahu."
"…Ada apa dengan itu?"
*sigh* "Nak, kau bukan orang pertama yang berusaha mengerjakan hal itu. Kau tahu?"
"Hmm… tentu saja. Manusia tidak pernah puas bukan? Hehehe. Ini kopiMu, silakan diminum."
"Kau mengerti betul. Itulah kenapa Aku yang datang langsung."
"Padahal aku akan sangat senang jika aku yang pergi ke tempatMu hehehe."
"Tidak, belum waktumu. Kau tahu, beberapa tahun yang lalu Aku sudah mengirim orang-orangKu kemari."
"Masa'? Aku tidak ingat."
"Tentu saja kau tidak akan tahu."
"Apa yang mereka inginkan? Tidak. Apa yang Kau inginkan? Hasil pekerjaanku?"
"Hahaha jangan sombong, Aku bisa membuatnya berkali lipat lebih banyak."
"Lalu?"
"Nak. Apakah Aku bisa mempercayaimu?"
"Aku tak paham."
"Kau mengerti betul bahwa manusia tak akan pernah puas. Apa yang akan kau lakukan dengan hasil pekerjaanmu itu?"
"Pekerjaan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun itu…"
"Beribu-ribu tahun."
"Ah, ya. Lebih lama dari yang bisa ku ingat."
"Kau bercanda."
"Tidak, sungguh. Aku tak ingat lagi apa yang ingin kulakukan dengannya."
"Kau ini aneh."
"Terserah Kau. Aku rasa masih butuh beberapa tahun penyempurnaan sampai waktuku benar-benar habis bukan? Hehehe"
"Ribu tahun. Kau masih punya beribu-ribu tahun."
"Kau bercanda."
"Terserah kau."
"Jadi Kau kesini hanya ingin memastikan aku tidak macam-macam?"
"Kira-kira begitu."
"Apakah itu artinya aku telah membongkar rahasiaMu?
"Hampir. Hanya segini."
"Aku tak tahu, rasanya ini sudah cukup. Mengapa Kau tidak juga mengajakku pergi?"
"Itu pilihanmu sendiri. Dulu kau begitu muda dan bersemangat. Ingin hidup 1000 tahun lagi. Kau mendapatkannya."
"Tapi, yang lain…?"
"Aku terpaksa melakukannya. Mereka berbahaya. Kau berbeda nak."
"Ambisi?"
"Kau jelas-jelas tahu."
"Jadi Kau membuat manusia menebak-nebak arti kehidupan, kemudian mati sebelum tahu artinya. Sementara membiarkan seorang pria tua hidup sambil mengetahuinya?"
"Bukan begitu."
"Lebih seperti kutukan bagiku!"
"Lihat? Ada hal-hal yang tak kau mengerti."
"Kalau begitu beritahu aku!"
"Kau cukup pintar, temukanlah sendiri."
"Begitu? Berkaitan dengan yang Kau tanyakan tadi, aku pun tak yakin Kau bisa mempercayaiku."
"Nick, dengar. Beberapa orang begitu dekat dengan rahasia kehidupan. Aku tak membiarkan mereka untuk tahu lebih lanjut. Dunia akan kacau."
"Jangan panggil aku dengan nama itu. Lagipula menurutku dunia sudah kacau."
"Baiklah. Kau paham sekarang? Aku akan membiarkan pekerjaanmu selesai karena Aku percaya kau orang yang baik."
"Bagaimana Kau tahu? Aah, only God knows. Right?"
"Hehehe Aku senang kau memakai perumpamaan itu."
"Yah tapi Kau kan memang…"
"Boleh aku lihat pekerjaanmu itu?"
"Bukankah Kau bisa membuatnya berkali lipat lebih banyak?"
"Tentu saja."
"Aku bercanda, biar kuambilkan dulu."
"Hmm… menarik. Kau membuatnya berapa banyak?"
"Hanya labu ini. Aku tak perlu lebih banyak lagi."
"Tak heran kau dikenal sebagai penyihir."
"Dukun, penyihir, tabib, alkimia. Apapun. Tapi aku lebih suka disebut ilmuwan."
"Oke. Ramuan ini… kau ekstraksi sendiri?"
"Ya, langsung dari rahasia kehidupan. Cukup sulit."
"Kau sendiri menggunakannya?"
"Tak banyak. Hanya beberapa ratus tahun sekali."
*sigh* "Baiklah Bob. Tetaplah bekerja. Setelah ini selesai mungkin kau bisa segera ke tempatKu."
"Kau tidak tahu ya betapa menyakitkannya hidup abadi seperti ini? Satu-satu orang yang kau cintai pergi. Sementara kau sendiri tinggal."
"Aku tahu. Ini konsekuensimu. Dan ingat kau tidak abadi. Selesaikan saja apa yang sudah kau mulai."
*sigh* "Tentu saja."
"Nick, dengarkan Aku. Manusia datang dan pergi. Tapi bagian dari mereka tinggal bersamamu sebagai kenangan manis."
"Hehehe Gombal ya? Lagipula sudah kubilang, aku bukan lagi Nicholas Flamel. Kini aku hanya Si Tua Bob."
"Baiklah Bob, sampai jumpa. Terimakasih, kopinya enak."
"Tunggu, bisa Kau beritahu apa yang kurang dari pekerjaanku?"
"Rahasia hidup?"
"Ya, Selain syukur. Bisa Kau beritahu?"
"Kau cukup pintar, temukanlah sendiri."
"Baiklah, kurasa aku masih akan lama sekali ada disini."
"Beribu-ribu tahun Bob. Beribu-ribu."
"Sampaikan salamku pada orang-orangMu!"
"Sampaikanlah sendiri. Lewat doa-doamu."
Are You Geek or Nerd?
From: MastersInIt.org
Apa gunanya drama tanpa audiens. Sarkasme tanpa objek sarkastik.
Awesome? Aww… so me!
– fyeah
January 2012
53 posts
2 tags
My Point of View Towards Get Things Done...
UPDATE! ternyata aplikasi kek gini for iOS udah ada namanya EpicWin!
This app is potential for futher development IMO.
EpicWin for Android is still being developed.
Thanks to ayamkoprol for pointing this out! :D - rè
“Bermain” dan “produktivitas”, kalo disatuin dalam sebuah kalimat bisa jadi sebuah oksimoron. Kontraproduktif. Semua orang suka bermain. Tapi...
1 tag
Kalo seumur hidup saya minum kopi instan, pengetahuan kopi saya juga bakal...
– Kopi
A code is intended for those who can solve it.
– #kode
1 tag
1 tag
1 tag
1 tag
1 tag